Sambut ASAT 2026 MAN 1 Kebumen Terapkan Ekonomi Sirkular Lewat Aksi Bersih Kelas dan Bank Sampah
Umum
Administrator
KEBUMEN – Menjelang pelaksanaan Asesmen Akhir Tahun (ASAT) yang dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 25 Mei hingga 8 Juni 2026, MAN 1 Kebumen menggelar aksi serentak penyiapan ruang kelas. Seluruh peserta didik digerakkan untuk membersihkan, merapikan ruangan, serta menata meja dan kursi agar siap dan nyaman digunakan sebagai ruang ujian.
Menariknya, momentum bersih-bersih massal ini tidak hanya berfokus pada estetika ruang, tetapi juga diintegrasikan dengan pengelolaan lingkungan yang produktif melalui Program Adiwiyata. Kelompok Kerja (Pokja) Sampah yang digawangi oleh Ibu Faizatul Khasanah bergerak aktif mengawal pemilahan sampah di setiap lini kelas.
Petugas Pokja Sampah secara khusus melakukan penimbangan botol-botol plastik bekas hasil pembersihan kelas untuk disetorkan ke Bank Sampah Madrasah. Aktivitas ini menjadi bukti nyata penerapan ekonomi sirkular di lingkungan sekolah, sebuah konsep di mana barang yang biasanya berakhir sebagai limbah, diputar kembali menjadi sumber daya yang bernilai ekonomis.
Berkah Lingkungan: Sampah Plastik Jadi Kas Kelas
Melalui sistem Bank Sampah ini, botol-botol bekas tidak dibuang sia-sia ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sampah plastik tersebut dikumpulkan, dipilah, dan dikonversi menjadi saldo tabungan. Pada periode kali ini, hasil penimbangan sampah dari masa sebelumnya yang telah ditukarkan ke Bank Sampah Desa Gemeksekti ("Bank Sampah Sultan") siap dicairkan. Uang hasil konversi sampah ini nantinya akan langsung masuk ke dalam kas masing-masing kelas untuk mendukung berbagai kegiatan siswa.
Kepala MAN 1 Kebumen, H. Muhiban, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi antara kesiapan akademis dan kepedulian lingkungan ini. Beliau menegaskan bahwa madrasah harus menjadi pelopor ekoliterasi bagi generasi muda.
"Kebersihan adalah bagian dari iman, dan kenyamanan ruang ujian adalah kunci konsentrasi siswa. Namun lebih dari itu, melalui aksi pemilahan sampah ini, kita sedang mengajarkan kepedulian nyata. Ketika anak-anak melihat botol bekas bisa berubah menjadi kas kelas, mereka belajar merawat bumi sekaligus memahami ekonomi sirkular sejak dini. Kita ingin mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki empati besar terhadap keberlanjutan lingkungan," ujar H. Muhiban.
Dengan kondisi kelas yang kini telah bersih, rapi, dan tertata sesuai standar ruang ujian, serta lingkungan madrasah yang bebas dari sampah plastik, seluruh civitas akademika MAN 1 Kebumen menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan gelaran ASAT 2026 dengan semangat hijau dan berkelanjutan. (Lan)