Membangun Kepercayaan Diri dengan Pelatihan Jurnalistik Bersama PWI dan News Anchor
Ekstrakurikuler
Administrator
Kebumen- Organisasi ekstrakurikuler Jurnalistik Suara Madrasah (JSM) mengisi akhir tahun pembelajaran dengan mengadakan workshop, kegiatan ini merupakan agenda tahunan ekstrakurikuler Jurnalistik dengan mengusung materi-materi yang berbeda setiap tahunnya. Pada kesempatan kali ini kegiatan berlangsung dari jam delapan pagi sampai jam empat sore yang diikuti oleh segenap anggota ekstrakulikuler tersebut. (11/6)
Pada tahun ini dihadirkan sebagai pembicara Ondo Supriyanto (ketua PWI Kebumen) dan Dwi Rina Puspitasari (Prokopim Kab. Kebumen) yang akrab dikenal dengan panggilan Rina Sihotang dalam News Anchore Ratih TV Kebumen, disampaikan Ikhsan Abdul Wafi selaku pembina ekstra Jurnalistik.
Ondo Supriyanto dalam penyampaian materi menjelaskan banyak hal berkaitan dengan pengalaman diri terkait dunia kepenulisan yang mampu memberikan motivasi kepada para peserta workshop, selain itu materi yang dipaparkan merupakan hal kekinian yang bisa diterapkan dalam era masa kini.
“Kalian adalah pemilik era digital masa kini, karena kalian lahir di era digital dan sebagian besar pengguna internet saat ini adalah generasi milenial dan generasi Z, sementara orang yang lahir di era 80-an merupakan pengguna pendatang tekhnologi digital.”
Beberapa trik dan tips kepenulisan disampaikan oleh wartawan Suara Merdeka ini, diakhiri latihan kepenulisan kepada peserta workshop, dengan latihan menulis deskriptif dan naratif dari tema workshop “Transformasi Jurnalistik di Era Digital” disampaikan oleh salah satu peserta worshop Marsya Riska Saputri.
Setelah waktu istirahat selesai, kegiatan berlangsung pada sesi ke-2 dengan pengisian materi oleh Rina Sihotang berkaitan “Publik Speaking” trik dan tips dalam membawakan acara di hadapan audiens, mulai dari cara mengatasi rasa cemas saat di panggung, sikap tubuh saat menjadi pembawa acara, cara menguasai panggung dan cara menambah kepercayaan diri.
“Inti dari Publik Speaking adalah Latihan, lahir dari bakat dan lingkunga yang mendukung, jika kedua komponen dari bakat tidak ada maka kuncinya Cuma latihan, latihan dan latihan.” Dengan pembiasaan yang terus diasah maka keterampilan dalam publik speaking akan baik dengan sendirinya.” Penuturan Rina dalam pengisian workshop tersebut. (lan)