Guru Madrasah Goreskan Tinta Sejarah di Puncak Festival Literasi Kebumen 2026
Prestasi
Administrator
KEBUMEN – Suasana Puncak Festival Literasi Kebumen 2026 yang berlangsung di halaman dan aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Disarpus) Kabupaten Kebumen pada Minggu (23/8/2026) berlangsung meriah dan sarat apresiasi budaya. Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan dalam perhelatan tahunan ini adalah peresmian sekaligus bedah buku antologi Keberagaman Budaya Kebumen; Culture Diversity Jilid 2.
Buku karya kolektif tersebut menghimpun berbagai catatan kritis, riset sejarah, dan kajian kekayaan tradisi lokal Kebumen. Dua di antara jajaran penulis yang berkontribusi dalam karya ini adalah pendidik asal MAN 1 Kebumen, yakni Laely Alfiyatun Nasroh dan Nabila Khoirunnisa. Kehadiran keduanya sebagai bagian dari penyusun buku menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pendidikan madrasah di Kebumen.
Mengangkat Sejarah Lokal dan Resistensi Perjuangan
Karya kolektif Keberagaman Budaya Kebumen; Culture Diversity Jilid 2 secara komprehensif mengupas beragam aspek kebudayaan Kebumen, mulai dari keunikan dialek bahasa daerah, tradisi kemasyarakatan, hingga kilas balik sejarah perjuangan kemerdekaan.
Laely Alfiyatun Nasroh, dalam riset historisnya menulis artikel berjudul "Dari Palagan Pager Kodok Hingga Bumi Hangus Tanahsari: Eskalasi Konflik dan Resistensi Laskar AOI di Kebumen Tahun 1949". Tulisan ini membedah pergolakan militer serta garis dinamika perjuangan Angkatan Oemat Islam (AOI) di wilayah Kebumen pasca-kemerdekaan.
Nabila Khoirunnisa, menyumbangkan tulisan berjudul "Menolak Tunduk: Perlawanan Rakyat Prembun di Tengah Agresi Militer Belanda II Tahun 1947–1949". Artikel tersebut menelusuri keteguhan serta strategi pertahanan masyarakat Prembun saat menghadapi tekanan invasi tentara kolonial.
Selaku salah satu penulis yang menjadi bagian dari perekam jejak aksara pada peresmian buku di puncak perayaan literasi ini, Laely A. Nasroh menyampaikan pandangannya mengenai urgensi literasi sejarah lokal.
"Menjadi bagian dari tim penyusun buku ini adalah ikhtiar untuk merawat ingatan kolektif masyarakat Kebumen. Melalui rekaman aksara tentang sejarah perjuangan lokal—seperti perlawanan Laskar AOI maupun rakyat Prembun—kami berharap generasi muda tidak kehilangan akar sejarah dan nilai-nilai kejuangan para pendahulu," ungkap Laely.
Dihadiri Pejabat Perpusnas dan Diskusi Tiga Narasumber
Sesi bedah buku berjalan interaktif dengan hadirnya jajaran pejabat dinas terkait serta tamu kehormatan dari pimpinan perpustakaan pusat. Turut hadir langsung memberikan arahan dan apresiasi, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas), Suharyanto, S.Sos., S.Hum., didampingi jajaran pejabat Disarpus Kabupaten Kebumen.
Sesi bedah buku dan pengolahan materi tulisan dipaparkan secara mendalam oleh tiga narasumber utama:
Drs. Komper Wardopo, M.Pd. (Wartawan Senior) — Meninjau karya dari kacamata kedalaman data, narasi jurnalistik, serta pentingnya dokumentasi peristiwa lokal bagi publikasi media.
Teguh Hindarto, S.Sos., M.Th. (Penulis Buku dan Pengamat Sosial Budaya) — Membedah dimensi sosial-budaya, struktur historiografi, serta kontekstualisasi nilai-nilai sejarah Kebumen terhadap kehidupan bermasyarakat saat ini.
Muchlas Abror, S.Pd., M.A. (Dosen Bahasa Indonesia) — Memberikan ulasan dari aspek kebahasaan, kekuatan retorika penulisan, hingga pemanfaatan dialek Kebumen sebagai identitas kebudayaan daerah.
Keikutsertaan dua pendidik MAN 1 Kebumen dalam forum literasi tingkat daerah ini mempertegas peran strategis madrasah dalam merawat tradisi intelektual. Prestasi ini membuktikan bahwa guru madrasah tidak hanya berdedikasi mengajar di ruang kelas, tetapi juga mampu berkontribusi nyata sebagai peneliti, penulis sejarah, dan penggerak literasi di Kabupaten Kebumen.