Eskul Jurnalistik MAN 1 Kebumen Gelar Wawancara Eksklusif  Bersama Kakankemenag Kabupaten Kebumen
Eskul Jurnalistik MAN 1 Kebumen Gelar Wawancara Eksklusif Bersama Kakankemenag Kabupaten Kebumen

 Ekstrakurikuler

 Administrator

Kebumen – Ekstrakurikuler (Eskul) Jurnalistik Suara Madrasah MAN 1 Kebumen melaksanakan wawancara eksklusif bersama Kakankemenag Kabumen H. Ibnu Assaddudin. Kegiatan dilaksanakan di panggung aksara perpustakaan Iqro MAN 1 Kebumen pada hari Rabu, 16 Februari 2022 dengan presenter Wahyu Dwi Cahyani peserta didik kelas XI Agama 1. Wawancara eksklusif ini rencananya setelah melalui proses editing akan ditayangkan di channel youtube MAN 1 KEBUMEN.

Kepala MAN 1 Kebumen H. Sodikun menyampaikan, wawancara eksklusif merupakan salah satu program eskul jurnalistik selain penulisan berita, fotografi, videografi dan podcast. Menurutnya program yang ada di eskul jurnalistik merupakan media untuk menyalurkan bakat dan minat peserta didik. “Eskul jurnalistik sangat bermanfaat bagi peserta didik sebagai bekal life skill (kecakapan hidup) di era milenial”, ujarnya.

 

Lebih lanjut H. Sodikun menambahkan program wawancara eksklusif ini dapat melatih mental dan keberanian peserta didik. Kreatifitas karya yang diwujudkan oleh anggota eskul jurnalistik akan menjadi syiar madrasah karena dinikmati oleh masyarakat luas melalui media sosial.

H. Ibnu Assaddudin mengapresiasi program wawancara eksklusif yang digawangi anggota eskul jurnalistik. Menurutnya suatu madrasah perlu membangun image public melalui jurnalistik yang salah satunya fungsinya memberikan informasi baik melalui teks, visual maupun audio visual kepada khlayak umum. Prosesnya diawali dengan menyusun agenda program yang terstruktur berisikan gagasan, tema dan konsep. “Sebagai sebuah tim kita harus bekerja berdasarkan sistem, agar jika salah satu anggota berhalangan maka ada yang siap menggantikan”, pungkas H. Ibnu Assaddudin.

Wawancara eksklusif dengan topik madrasah digital tersebut diharapkan menjadi acara yang dapat menambah wawasan bagi peserta didik dan masyarakat luas. Selain itu dapat menginspirasi peserta didik dalam membuat content positif di era internet sebagai media global.

tt