Donor Darah Mansa Satu Tetes Darah untuk Kehidupan
Ekstrakurikuler
Administrator
Kebumen - MAN Kebumen 1 (Mansa) bekerjasama dengan Unit Tranfusi Darah PMI Kabupaten Kebumen menyelenggarakan kegiatan donor darah yang diikuti oleh Guru dan Peserta didik yang memenuhi kriteria pendonor darah (31/8). Kegiatan donor darah dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB bertempat di halaman Asrama Al Kautsar MAN 1 Kebumen.
“Pelaksanaan donor darah dimulai dengan pendataan calon pendonor berkaitan dengan berat badan, golongan darah, alamat, tanggal lahir dan nomor NIK bagi yang sudah memiliki.” Ungkap Praktikto, petugas pendata dari PMI yang akrab dipanggil dengan sapaan Pak Itong.
Setelah scrining data, pada tahapan selanjutnya Akbar Rosyid yang merupakan petugas PMI melakukan proses pengambilan sampel darah untuk dicek kadar hemoglobin (Hb) dan tensi dari calon pendonor.
“Hanya pendonor darah yang memiliki berat badan lebih dari 45 kilogram, berusia lebih dari 17 tahun sampai dengan 65 tahun, temperatur tubuh berkisar 36,6-37,5 derajat celcius, dan memiliki kadar hemoglobin12,5-17g/dl yang diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya” tutur Akbar Rosyid.
Proses donor darah berjalan dengan aman, tertib dan lancar, peserta didik dengan kerelaan hati bersedia mendonorkan darahnya, seperti yang diungkapkan oleh Terate Diva Choirina salah satu pendonor darah dari peserta didik kelas XII IPA 3, alasannya mengikuti donor darah adalah untuk membantu orang lain yang membutuhkan.
Hal senada juga disampaikan oleh Nur Cahyani peserta didik kelas XII IPA 3, “Dengan berdonor maka kita menjadi tahu tentang kondisi darah sendiri, aman atau tidak dan bisa membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan untuk tranfusi darah.”
Pembina PMR (Palang Merah Remaja) MAN 1 Kebumen Maftuhatus Solikhah saat dikonfirmasi disela-sela kegiatan menyampaikan donor darah dari MAN 1 Kebumen rencana akan dirutinkan lagi seperti sebelum pandemi, untuk tujuan kemanusiaan, setetes darah dari warga MAN 1 Kebumen untuk melangsungkan kehidupan sesama.
“Harapannya peserta didik terbiasa menumbuhkan jiwa sosial, selain itu juga mendapatkan manfaat untuk kesehatan ketika mendonor secara rutin.” pungkas Maftuhatus Solikhah (lan/jsm)