Guru MAN 1 Kebumen Ikuti Mager Laut Tanam 1500 Pohon Wujud Ekoteologi Kementerian Agama Kebumen
Umum
Adinila Budiyadi
AMBAL – Sejumlah guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kebumen turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan penanaman mangrove bertajuk "Mager Laut" (Manfaatkan Gerakan Eko Religi Laut) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen. Acara yang bertepatan dengan Hari Guru Nasional, yakni pada Senin, 25 November 2025, ini dipusatkan di wilayah Pesisir Ambal sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup dan penguatan ekoteologi.
📝 Rangkaian Acara Penuh Makna
Kegiatan diawali dengan Pembukaan resmi, dilanjutkan dengan khidmatnya menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Suasana semakin syahdu setelah pembacaan Doa yang dipimpin oleh Bapak Ma'ruf Widodo.
Sambutan pertama disampaikan oleh Camat Ambal, Bapak Agung Wahyono, yang mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kemenag dalam pelestarian lingkungan.
🌳 Laporan dan Penguatan Ekoteologi
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Kebumen dalam laporannya menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, khususnya kepada seluruh ASN Kemenag Kebumen yang telah berpartisipasi.
"Kegiatan ini merupakan penguatan ekoteologi melalui gerakan menanam 1.500 tanaman," ujar Kakankemenag. Beliau menjelaskan bahwa bibit tanaman tersebut dibeli dari iuran ASN Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian kolektif.
🤝 Kakanwil: Investasi Jangka Panjang Melindungi Umat
Acara puncak ditandai dengan Sambutan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Bapak Saeful Mujab. Beliau menegaskan bahwa aksi penanaman 1.500 pohon hari ini adalah wujud kepedulian nyata terhadap lingkungan hidup dan merupakan investasi jangka panjang.
-
Pencegahan Abrasi: "Apa yang kita tanam hari ini akan menghambat abrasi, yang secara langsung akan melindungi umat manusia dari dampak buruk lingkungan," jelas Kakanwil.
-
Pentingnya Ekoteologi: Beliau menekankan bahwa ekoteologi sangat penting sebagai wujud interaksi yang harmonis dengan lingkungan. "Kerusakan di darat dan laut saat ini sebagian besar disebabkan oleh tangan-tangan manusia. Sebagai manusia beriman, kita wajib peduli terhadap lingkungan, karena apa yang kita tanam hari ini akan bermanfaat di masa datang," tutup Bapak Saeful Mujab.
Partisipasi guru MAN 1 Kebumen dalam 'Mager Laut' ini diharapkan menjadi teladan bagi komunitas pendidikan madrasah lainnya untuk terus berkontribusi dalam upaya konservasi dan pelestarian alam.